This is the Trace Id: 379337189188b70b64543b88b8d4c847
Lompati ke konten utama Work IQ Obrolan AI Selesaikan tugas dengan Cowork Agen untuk pekerjaan Bangun agen Anda sendiri Copilot di aplikasi Anda Copilot untuk individu Paket dan harga Onboarding untuk Bisnis Peluncuran dan adopsi Panduan perintah harian Trik dan tip perintah Kasus penggunaan teratas menurut peran Kisah pelanggan Kesiapan teknis Blog Microsoft 365 Copilot Dukungan Program Microsoft Frontier Peta Strategi AI di Tempat Kerja Microsoft 365 Microsoft Teams Buka Copilot Chat Masuk ke Copilot Studio
 Seorang perempuan duduk di sofa sambil menggunakan ponsel.

Apa itu agen AI?

Agen AI adalah sistem perangkat lunak cerdas yang mengambil tindakan untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Pelajari cara membuat, menyesuaikan, dan meluncurkan agen AI dengan mudah.

Bekerja lebih cerdas dengan agen AI

Organisasi di berbagai industri kini membangun agen AI untuk menangani tugas-tugas kompleks dan terdiri dari banyak langkah yang sebelumnya memerlukan campur tangan manusia. Lanjutkan membaca untuk mempelajari apa yang membuat agen AI berbeda dari bot obrolan dan automasi tradisional, serta mencari tahu cara memanfaatkan agen untuk meningkatkan efisiensi, menyempurnakan pengalaman pelanggan, dan memberikan hasil bisnis yang terukur.
  • Agen AI adalah entitas perangkat lunak cerdas yang berinteraksi dengan lingkungannya, membuat keputusan, dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Berbeda dengan bot obrolan dan automasi tradisional, agen AI dapat menjalankan tugas kompleks yang terdiri dari banyak langkah dan beradaptasi terhadap perubahan tujuan.
  • Teknologi utama di balik agen AI mencakup model bahasa, kerangka kerja orkestrasi, serta integrasi aman yang memungkinkan penalaran dan tindakan secara real-time.
  • Agen AI memberikan nilai bisnis yang terukur dengan menghadirkan efisiensi, skalabilitas, dan peningkatan pengambilan keputusan di berbagai industri.
  • Penyebaran yang bertanggung jawab memerlukan tata kelola, transparansi, serta pengawasan manusia untuk memastikan operasional yang etis dan aman.

Apa itu agen AI?

Agen AI adalah sistem perangkat lunak cerdas yang memahami lingkungannya, membuat keputusan, dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Berbeda dengan automasi tradisional atau bot obrolan, agen AI menggabungkan penalaran, perencanaan, dan kemampuan beradaptasi untuk menangani tugas kompleks di berbagai sistem. Hal ini menandai pergeseran dari alat yang reaktif menjadi automasi yang proaktif dan berorientasi pada tujuan, yang mendukung transformasi perusahaan.

Agen AI dirancang untuk memahami situasi, melakukan penalaran, dan mengambil tindakan. Agen ini menafsirkan data dari lingkungannya, menerapkan model pengambilan keputusan, dan melaksanakan tindakan yang selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kemampuan ini membuat organisasi dapat beralih dari alur kerja statis menjadi operasional yang dinamis dan mampu memahami konteks.

Berbeda dengan sistem automasi tradisional yang memerlukan instruksi eksplisit untuk setiap skenario, agen AI dapat beradaptasi dengan informasi baru, lalu menyesuaikan tindakannya secara otomatis. Kemampuan adaptasi ini membuatnya cocok untuk lingkungan yang berubah cepat, seperti layanan pelanggan, operasi Teknologi Informasi, dan manajemen rantai pasokan.

Mendorong transformasi perusahaan

Seiring berjalannya waktu, agen AI makin menjadi bagian penting dari operasi bisnis modern. Organisasi menggunakannya untuk membuat proses dengan banyak langkah menjadi otomatis, merespons kondisi yang dinamis, serta menghadirkan hasil yang konsisten dalam skala besar.

Dengan agen AI, organisasi dapat:
  • Meningkatkan skala pengambilan keputusan tanpa menambah jumlah karyawan.
  • Mengurangi risiko operasional dengan meminimalkan kesalahan yang disebabkan oleh manusia.
  • Mempercepat inovasi dengan membuat alur kerja lintas fungsi yang kompleks menjadi otomatis.
Dengan perusahaan yang terus berupaya meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya, dan tetap kompetitif, copilot dan agen AI menjadi memiliki peran yang sangat krusial.

Cara kerja agen AI

Agen AI beroperasi melalui siklus persepsi, penalaran, dan tindakan yang berkelanjutan. Agen ini mengumpulkan input dari berbagai sumber, menganalisisnya dengan model, lalu menentukan tindakan terbaik. Dengan umpan balik terus-menerus, agen dapat beradaptasi dan terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Contoh penerapannya dalam alur kerja operasi IT adalah sebagai berikut:
  • Persepsi: Agen mendeteksi peringatan dari sistem pemantauan.
  • Penalaran: Agen menganalisis log, menghubungkan peristiwa, dan menentukan akar penyebabnya.
  • Tindakan: Agen melakukan perbaikan, seperti memulai ulang layanan atau mengisolasi titik akhir yang terkompromi.
  • Umpan balik: Agen mencatat hasil, memperbarui basis pengetahuannya, dan meningkatkan respons pada masa mendatang.
Dengan proses tertutup ini, agen AI dapat menangani tugas yang sebelumnya memerlukan campur tangan manusia.

4 komponen utama

Agen AI terdiri dari empat komponen utama, yaitu:
 
  1. Modul persepsi yang mengumpulkan data dari aplikasi, sensor, atau input pengguna.
  2. Mesin penalaran yang menerapkan logika dan model untuk menafsirkan konteks serta merencanakan tindakan.
  3. Sistem memori yang menyimpan data untuk pembelajaran.
  4. Kerangka kerja eksekusi yang menjalankan tindakan di berbagai sistem yang terhubung.
Komponen-komponen ini membentuk suatu siklus umpan balik yang memungkinkan otonomi dan perbaikan berkelanjutan.

Perbedaan antara agen AI dan bot obrolan

Bot obrolan dirancang untuk percakapan sering kali mengikuti skrip yang telah ditentukan sebelumnya, sedangkan agen AI merencanakan dan mengeksekusi tugas yang terdiri dari banyak langkah di berbagai sistem. AI agentik dapat digunakan bersama bot obrolan, tetapi agen melampaui interaksi berbasis dialog untuk memberikan hasil yang lebih kompleks.

Misalnya, bot obrolan mungkin hanya menjawab pertanyaan tagihan sederhana, sementara agen AI dapat memproses pengembalian dana, memperbarui data, serta memberi tahu pelanggan, semua proses tersebut dilakukan secara mandiri.

Agen AI vs. automasi tradisional

Automasi tradisional menjalankan tugas berulang yang berbasis aturan. Agen AI menafsirkan konteks, beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, dan mengambil keputusan secara dinamis. Dengan kemampuan adaptasi ini, agen AI otonom dapat menangani skenario yang sebelumnya memerlukan pengawasan manusia.

Teknologi di balik agen AI

Agen AI mengandalkan beberapa teknologi inti, yang meliputi:
 
  • Model bahasa untuk pemahaman bahasa alami dan penalaran.
  • Kerangka kerja orkestrasi untuk mengoordinasikan alat dan sumber data.
  • API dan integrasi untuk akses aman secara real-time ke sistem perusahaan.
Pelajari selengkapnya tentang cara kerja agen AI.

Memahami data, penalaran, dan siklus umpan balik

Data diproses melalui mesin penalaran agen AI, yang mengevaluasi konteks serta memprediksi hasil yang mungkin terjadi. Seiring agen mempelajari hasil performanya, perulangan umpan balik tersebut terus menyempurnakan pengambilan keputusannya dari waktu ke waktu. Agar agen AI tetap dapat dipercaya, organisasi perlu memantau kinerja agen secara cermat.

Agen AI di dunia nyata

Kasus penggunaan perusahaan untuk agen AI

Organisasi mengubah cara kerja mereka dengan agen AI melalui automasi alur kerja kompleks di seluruh operasional. Beberapa contoh penerapan agen AI di dunia nyata adalah sebagai berikut:
 
  • Dukungan pelanggan: Menyelesaikan masalah dan melakukan eskalasi kasus secara cerdas.
  • Operasi TI: Mendeteksi anomali dan menangani insiden.
  • Keuangan: Melakukan automasi pada rekonsiliasi dan pemeriksaan kepatuhan.
  • SDM: Menyederhanakan onboarding dan pengelolaan kebijakan.
  • Pemasaran: Mempersonalisasi kampanye dan meningkatkan keterlibatan pelanggan.
  • Rantai pasokan: Memprediksi permintaan dan mengelola inventaris secara dinamis.

Manfaat nyata agen AI

Organisasi yang telah mengadopsi agen AI merasakan berbagai manfaat, yaitu:
 
  • Eksekusi tugas yang lebih cepat.
  • Akurasi dan konsistensi yang lebih baik.
  • Lebih sedikit intervensi manual.
  • Biaya operasional lebih rendah.
  • Peningkatan kepatuhan melalui proses yang dapat diaudit.
Banyak bisnis membangun agen AI dengan Copilot Studio untuk membantu meningkatkan pengambilan keputusan, menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik, menghemat biaya, dan meraih hasil yang lebih tinggi.

Cara membuat dan menyebarkan agen AI yang bertanggung jawab

Jika Anda siap untuk membuat agen AI untuk tim, tiga langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk memulainya adalah sebagai berikut:
 
  1. Identifikasi proses yang memerlukan penalaran kontekstual dan eksekusi banyak langkah, lalu pertimbangkan untuk membuat agen AI guna menyederhanakan pekerjaan tersebut.
  2. Libatkan tim IT, operasional, dan kepatuhan sejak awal proses untuk mendukung kolaborasi lintas fungsi.
  3. Mulailah dengan proyek percontohan yang memberikan nilai terukur, lalu tingkatkan secara bertahap.

Pentingnya tata kelola, etika, dan pengawasan

Kerangka kerja etika dan kebijakan tata kelola merupakan hal yang krusial untuk mendukung adopsi agen AI yang aman dan akuntabel. Penyebaran AI yang Bertanggung Jawab mencakup:
 
  • Validasi dengan campur tangan manusia dalam proses.
  • Pengambilan keputusan yang transparan.
  • Jejak audit.

Masa depan agen AI

Seiring makin banyaknya organisasi mengadopsi agen AI, teknologi ini akan terus berkembang. Sejumlah tren baru kemungkinan akan membentuk generasi baru pada automasi perusahaan, yang meliputi:
 
  • Munculnya kolaborasi banyak agen, dengan beberapa agen bekerja bersama untuk mengoordinasikan hasil dan mencapai tujuan yang kompleks.
  • Memori persisten untuk konteks jangka panjang.
  • Model penalaran canggih untuk pengambilan keputusan yang adaptif.
  • Solusi yang dirancang khusus untuk sektor kesehatan, keuangan, manufaktur, dan berbagai industri lainnya.
Hari ini, besok, dan ke depannya, agen AI akan tetap menjadi alat penting bagi operasional perusahaan yang cerdas.

Tanya jawab umum

  • Otomatisasi tradisional mengikuti aturan tetap, sedangkan agen AI dapat beradaptasi dengan konteks dan tujuan yang berubah.
  • Bot obrolan menangani percakapan, tetapi agen AI merencanakan dan menjalankan tugas yang lebih kompleks di berbagai sistem.
  • Model bahasa memberikan kemampuan pemahaman bahasa dan penalaran yang menjadi fondasi banyak agen AI.
  • Di lingkungan bisnis, agen AI membantu membuat alur kerja menjadi otomatis, meningkatkan pengambilan keputusan, mendorong produktivitas, dan menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik.
  • Untuk penyebaran agen AI yang bertanggung jawab, penggunaan kerangka tata kelola, pengawasan manusia, dan proses yang transparan sangatlah penting guna memastikan operasional yang etis dan aman.
  • Pada masa yang akan datang, agen AI akan makin otonom, kolaboratif, dan terintegrasi dengan sistem perusahaan.

Ikuti Microsoft 365