Cara memilih metodologi agile terbaik untuk proyek Anda

Dalam lingkungan bisnis yang komplek sekarang ini, mengikuti semua bagian yang bergerak dari bisnis kecil bisa jadi sulit. Tetapi metodologi Agile adalah pendekatan manajemen proyek yang memberi tim Anda fokus untuk mencapai tujuan bisnisnya.

Apa yang dimaksud dengan metodologi Agile dalam manajemen proyek?

Metodologi Agile adalah proses manajemen yang memberdayakan Anda dan tim Anda untuk menanggapi sifat bisnis yang terus-menerus berubah. Metode ini menggunakan urutan kerja berulang, yang dikenal juga sebagai sprint.

Pusat manajemen proyek Agile adalah kerja. Mempertahankan fokus pada proyek memungkinkan tim untuk merefleksikan kebutuhan segera secara rutin dan menyesuaikan arah sebagaimana diperlukan. Mengikuti gaya Agile juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih efisien, berkesinambungan, dan suportif yang memudahkan semua orang untuk melakukan kerja terbaik.

Tetapi seperti yang lainnya, Agile tidak menawarkan satu jalur yang sesuai untuk semua untuk menuju kesuksesan. Agile memberikan beberapa opsi, jadi mari kita lihat dua metodologi yang populer, Scrum dan Kanban, sehingga Anda dapat menentukan metodologi yang paling sesuai untuk tim Anda. Selain itu, kita akan menelusuri pendekatan hibrid untuk manajemen proyek di mana Agile bertemu Waterfall (yakni pendekatan yang berbeda dan lebih berat daripada Agile secara bersamaan).

Menggunakan Scrum Agile

Scrum Agile berfungsi untuk proyek yang sesuai untuk sprint satu hingga dua minggu. metodologi Scrum Agile memberi Anda dan tim Anda kemampuan untuk membagi tanggung jawab dengan orang lain sepanjang daur hidup proyek.

Tim Scrum biasanya kecil, dengan hanya tiga peran standar:

  • Pemilik Produk: Pemangku kepentingan utama proyek menentukan visi proyek, mengelola backlog, memetakan perbedaan, memprioritaskan kebutuhan, mengantisipasi kebutuhan klien, dan bertindak ebagai penghubung antara klien dan tim.
  • Scrum Master/Manajer Proyek: Mengarahkan tim dan bekerja untuk mengatur rapat, memantau progres, dan menghilangkan kendala untuk menyelesaikan pekerjaan.
  • Tim: Kontributor individual, atau grup yang dikelola sendiri tanpa pemimpin formal. Tim ini menggunakan keahlian dan sumber dayanya untuk mencapai sasaran proyek.

Metodologi Scrum Agile ramping, cepat, dan sederhana, tetapi tidak untuk semua orang atau setiap proyek. Jadi, mari kita tinjau beberapa kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan Scrum Agile

  • Umpan balik yang terus-menerus dari klien atau pemangku kepentingan membantu tim memahami kebutuhan dan menyesuaikannya
  • Tanggung jawab yang ditanggung bersama dapat membantu tim menyelesaikan lebih banyak hal dalam waktu yang lebih singkat
  • Membuat semua orang bertanggung jawab, sehingga menjaga motivasi tetap tinggi
  • Masalah dapat diatasi dan diselesaikan pada saat rapat harian
  • Pengembangan yang cepat berarti proyek dapat selesai lebih cepat

Kekurangan Scrum Agile

  • Memerlukan tim yang terampil, berpengalaman, dan berkomitmen
  • Lini waktu yang ketat berarti bahwa jika siapa pun menderita sakit atau pergi di tengah proyek, kemungkinan akan terjadi keterlambatan
  • Perubahan yang terus-menerus dapat berakibat pada cakupan meluas dan keterlambatan · Menjadwalkan rapat harian mungkin sulit
  • Anggota tim pada beberapa proyek mungkin menunda hasil kerja karena mereka memprioritaskan shift.

Apa yang dimaksud dengan Kanban Agile?

Apabila Scrum Agile fokus pada lini waktu yang singkat, metodologi Kanban Agile tidak memiliki sprint dengan panjang yang tetap. Ini artinya pekerjaan berlangsung terus-menerus dan begitu pula dengan hasil produk.

Secara teori, Kanban Agile papan—atau papan tugas—tidak akan menunjukkan lini waktu untuk proyek atau tugas. sebaliknya, Kanban Agile secara sederhana menunjukkan item dan kapan hasil kerja selesai. Rilis sapat terjadi tanpa harus menunggu pencapaian.

Selain itu, tidak ada peran yang ditetapkan. Tidak ada “Kanban master” untuk menjaga segalanya berjalan lancar. Sebaliknya, seluruh tim memiliki papan dan mereka harus cekatan dan dapat beradaptasi terhadap perubahan prioritas.

Dengan strukturnya yang longgar, Kanban dapat membantu memupuk kolaborasi, atau dapat menciptakan kekacauan. Penting untuk memiliki tim yang komunikatif, berkomitmen, dan memiliki motivasi pribadi. Pastikan untuk melihat beberapa kelebihan dan kekurangan Kanban sebelum memutuskan apakah Kanban tepat untuk Anda.

Kelebihan Kanban Agile

  • Papan Kanban Agile membatasi jumlah pekerjaan yang sedang berlangsung, hal ini dapat membantu tim Anda tetap fokus pada hal-hal yang penting
  • Item baru dapat ditambahkan kapan pun kapasitas tersedia (tidak hanya ketika semua tugas selesai)
  • Rapat harian tidak diperlukan
  • Memberi anggota tim kemampuan untuk mengubah arah jika perlu, tanpa memengaruhi lini waktu
  • Saat pekerjaan selesai, pekerjaan dapat dirilis, yang memungkinkan peningkatan terus-menerus

Kekurangan Kanban Agile

  • Tanpa lini waktu, anggota tim mungkin tidak merasa terdesak atau harus menyelesaikan tugas
  • Tidak ada yang bertanggung jawab untuk memastikan tim sejalan dengan tujuan dan praktik terbaik
  • Tanpa pemilik, papan bisa menjadi sangat rumit dan ketinggalan, mengakibatkan masalah pengembangan dan kebingungan

Pendekatan hibrid: Agile + Waterfall

Jika proyek atau gaya kerja Anda tidak sesuai dengan hanya metodologi agile, mungkin yang perlu Anda lakukan memasukkan model Waterfall. Metodologi Waterfall secara sederhana adalah daftar aktivitas proyek, dipecah menjadi fase urutan linier. Masing-masing fase bergantung pada hasil kerja dari fase sebelumnya.

Dengan menggabungkan metodologi Waterfall yang konvensional ini dengan mekanisme umpan balik yang dibuat dalam manajemen proyek Agile, Anda dapat membuka masalah selama pengembangan dan mengatasinya segera. Beberapa skenario yang mungkin mendapatkan manfaat dari pendekatan hibrid mencakup:

1. Anda memiliki proyek pendek dengan hasil kerja yang telah ditentukan dan anggaran tetap. Dengan menggunakan struktur Waterfall serta kecepatan dan kerja sama tim yang diketahui dari manajemen proyek agile. Pendekatan ini memungkinkan Anda untuk memecah proyek menjadi bagian-bagian kecil, mendorong kolaborasi lebih lanjut antara tim dan klien/pemangku kepentingan, dan yang paling penting, menciptakan produk yang sesuai dengan janjinya.

2. Anda memiliki proyek yang harus mempertimbangkan berbagai pemangku kepentingan, memitigasi risiko, dan penyelesaian dalam lini waktu yang ketat. Meskipun pendekatan Agile sesuai untuk membatasi risiko dan tetap pada tenggat waktu, solusi Waterfall sering kali menjadi cara terbaik untuk menggabungkan informasi dan umpan balik dari berbagai pemangku kepentingan – dan dengan menggunakan solusi hibrid, Anda dapat mengakomodasi kedua kebutuhan dengan mudah.

Kelebihan pendekatan hibrid

  • Karena perencanaan mengikuti metodologi Waterfall, tim dapat memperoleh wawasan berharga mengenai persyaratan proyek dan memberikan estimasi yang lebih akurat untuk waktu dan biaya
  • Pekerjaan terjadi dalam segmen yang kecil dan berulang, yang memudahkan untuk beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan dan persyaratan
  • Mendorong kolaborasi antara tim dan pemangku kepentingan
  • Memungkinkan tenggat waktu dan anggaran yang tetap

Kekurangan pendekatan hibrid

  • Mungkin terlihat membatasi bagi mereka yang terbiasa dengan pendekatan agile yang lebih fleksibel
  • Tim harus berkomitmen terhadap pendekatan yang kolaboratif
  • Memerlukan manager proyek yang terampil untuk menentukan dan menetapkan print
  • Terlalu banyak pemangku kepentingan dan perubahan sepanjang proses dapat menyebabkan kelebihan anggaran dan terlewatnya tenggat waktu

Intinya: Manajemen proyek Anda bersifat wajib. Ini berlaku jika Anda memiliki tim yang besar atau kecil, proyek yang besar dapat memakan waktu berbulan-bulan atau sesuatu yang mungkin hanya memerlukan waktu satu minggu. Dari solusi Scrum hingga papan Kanban dan dua model pendekatan agile + Waterfall, manajemen proyek Agile memberi Anda fleksibilitas untuk memilih pendekatan yang tepat untuk proyek, sehingga Anda dapat memberikan hasil kerja terbaik Anda.

Mulai menggunakan Microsoft 365

Office ini sama seperti yang Anda kenal, dengan alat yang mengoptimalkan kerja sama sehingga Anda dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan kapan pun, di mana pun.

Beli Sekarang
Konten terkait
Productivity

Membuat garis waktu proyek yang lebih akurat dengan 7 langkah berikut

Baca selengkapnya
Productivity

Panduan manajemen proyek untuk pemula

Baca selengkapnya
Productivity

Panduan pemula untuk menggunakan BPMN dalam bisnis harian Anda

Baca selengkapnya
Productivity

Bagaimana cara memilih diagram yang paling efektif

Baca selengkapnya

Ide dan Wawasan Bisnis bukan konsultan pajak atau keuangan profesional. Silakan hubungi profesional pajak atau keuangan Anda untuk mendiskusikan situasi.